Apa yang Dimaksud dengan Hati Nurani?

• Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu-Zain, Sinar Harapan, 2001)
kata ‘hati nurani’ diartikan perasaan yang dalam, batin.

• Islam mengenal kata bashirah untuk menyebut hati nurani, yang berarti
pandangan mata batin. Sesungguhnya, di dalam hal yang demikian itu terdapat
pelajaran bagi orang-orang yang memiliki mata hati (bashirah). (QS. Ali Imran:
13) Bashirah selalu konsisten kepada kebenaran dan kejujuran.

• Dokumen Konsili Vatikan II, GS 16 mencatat, hati nurani merupakan petunjuk
dan keputusan akhir dalam interaksinya dengan akal budi manusia dalam
berhadapan dengan dirinya, orang lain, dan Tuhannya. Di situ ia seorang diri
bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya.

• Dalam Perjanjian Baru, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan
segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23) Di
samping taat kepada hukum Allah, manusia juga perlu harmonisasi dalam hati
nurani.

• Etika Kebuddhaan adalah etika nurani. Melaksanakan Etika Kebuddhaan artinya
membangun kebiasaan untuk berhati nurani.

• Pemujaan Sang Hyang Atma sebagai Batara Hyang Guru dalam agama Hindu
adalah pemujaan Guru yang ada dalam diri. Suara Sang Hyang Atma itu tiada
lain adalah suara hati nurani. Orang yang gelap hati nuraninya cenderung
berbuat yang makin menutup sinar suci Tuhan.

• Di dalam kitab Su Si agama Kong Hu Cu mengatakan, berbuat sesuai dengan
Hati Nurani itulah Tao, sedangkan bimbingan untuk hidup menempuh jalan
sesuai hati nurani itulah agama. Manusia yang tidak mengenal hati nuraninya
maka ia tidak mengenal Tuhan.

• Secara sederhana, hati nurani adalah pusat kebenaran sejati. Pada akhirnya,
hati nurani adalah solusi dari merosotnya akhlak dan moral bangsa Indonesia.
Hati nurani sangat penting untuk mengedepankan kembali kejujuran dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini sedang bermasalah.

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal darah.
Ketika ia baik maka seluruh tubuh akan baik. Ketika ia rusak maka seluruh tubuh
juga akan rusak. Ketahuilah, itu adalah hati.”
— Sabda Rasulullah Saw. riwayat Bukhari

dikutip dari Buku Saku Hanura

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar