Hanura Nomor 10


Apa atinya angka 10? Berikut gambaran arti angka 10 berdasarkan Numerology.

Numerology adalah ilmu yang berdasar pada angka dan efek besar yang dimilikinya terhadap kehidupan kita. Numerology adalah alat yang digunakan untuk menginvestigasi keberadaan kita dan mengungkap potensi terbesar kita baik dari segi tingkatan fisik, emosional, dan spiritual.



Nomor 10 membawa seluruh sifat perubahan baru kedalam kehidupan kita, dan terdapat sebuah elemen keuntungan pada energi-energi yang terkandung didalamnya. Melalui getaran ini anda mendapatkan pemahaman/wawasan untuk mengenali dan mengerti kebutuhan daripada kemanusiaan, dan kemampuan untuk membawa kedamaian dan harmoni bagi semua.

Bukan kita menaruh percaya pada tahayul tentang nomor, namun yang pasti kita berharap sifat-sifat yang dijabarkan diatas akan diteruskan dan diwujudkan oleh Partai Hanura sehingga memperoleh kemenangan di 2014.

Sumber:  http://numerology-thenumbersandtheirmeanings.blogspot.com/2011/05/number-10.html

Foto Kegiatan

Wiranto di Posko Bencana Banjir Gema Hanura Rawajati, Jakarta, Minggu 20/1/2013
Wiranto Mengunjungi Pengungsi Banjir Kampung Pulo, Jakarta 20/1/2013
Wiranto di Pos Pengungsi Kampung Pulo, Jakarta 20/1/2013

Pengambilan Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2014, KPU Jakarta 14/1/2013
One To One di MNC NEWS, Jakarta 9/1/2013
  
Wiranto Menerima PDP di DPP Hanura, Jakarta 18/1/2013
Menghadiri Acara Akikah di kediaman Raul Lemos, Jakarta 20/1/2013

Mengapa Hanura Bisa Lolos Ikut Pemilu 2014

Memang diakui bahwa persyarataan kali ini lebih ketat dibandingkan dengan verifikasi beberapa tahun lalu. Ada peningkatan persentase, baik dari tingkat provinsi, kabupaten kota, hingga kecamatan. Partai-partai yang tidak lengkap sekiranya akan sulit untuk melengkapi persyaratan tersebut.

Ada paling tidak dua alasan mengapa Hanura bisa lolos verifikasi parpol peserta Pemilu 2014;

Sumber foto: Kompas.com
Pertama, Hanura kebetulan sudah dua tahun ini melaksanakan konsolidasi organisasi. Bukan karena kami mengantisipasi. Tapi kami menangkap politik tanpa organisasi yang solid dan merakyat tidak mungkin menang.

Kedua, Kita mempunyai hampir seribu kader di seluruh Indonesia tersebar di seluruh walikota yang tentunya mereka merupakan garda depan untuk membangun organisasi yang lengkap. Sehingga, mudah bagi kami menggembangkan organisasi yang ada.

Wiranto: Hanura Tak Kan Khianat, Hidup Mati Untuk Rakyat*

  Pada hari ini, bertepatan dengan peringatan berdirinya Partai Hanura yang ke-VI, kita tidak merayakannya di gedung megah atau dengan menggelar seminar dan acara seremonial lainnya. Saya sudah menginstruksikan untuk melakukan acara sederhana di Makam Pahlawan di seluruh pelosok Nusantara, dimana Partai HANURA berada. Tujuan utama adalah mengingatkan kembali kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya seluruh kader Partai Hanura, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati ini bukan sesuatu yang jatuh dari langit, namun atas pengorbanan para pahlawan bangsa. Mereka telah memberikan segenap jiwa dan raganya sebagai tumbal kemerdekaan. 

Tugas kita hanya tinggal melanjutkan perjuangan tersebut, yang tidak seberat tatkala mereka melawan penjajahan. Namun ternyata tugas itu belum dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Bangsa yang besar ini masih sering dilecehkan, dihina, dipermainkan oleh bangsa lain. Diantara kita juga masih saling menindas, memaki, menghina bahkan bertengkar satu sama lain. Kekuatan utama sebagai bangsa, yakni kebersamaan memudar tanpa kita sadari.

          Itu semua terjadi karena kita telah kehilangan kompas kebenaran, kita kehilangan kemuliaan sebagai bangsa yang agamis, kita tidak lagi menggunakan pertimbangan hati nurani, yang secara kodrati merupakan sumber kekuatan akhlak dan moral. Yang muncul adalah nafsu keserakahan, untuk mengejar keuntungan dan kenikmatan, dengan jalan yang melanggar hukum dan adat kebiasaan kita. Para pemimpin yang seharusnya menjadi contoh dan tauladan bagi kebaikan, justru banyak yang mendemonstrasikan keburukan, pengingkaran dan kejahatan tanpa malu-malu lagi.

          Sudah saatnya itu semua harus dihentikan, harus ada perubahan menuju kembalinya akhlak dan moral kita sebagai bangsa, yang dipelopori oleh para pemimpin. Maka pada hari ini, saya mengajak semua kader Partai Hanura, yang telah bertekad untuk menjadi calon pemimpin bangsa kedepan, untuk meneguhkan tekadnya itu. Saya minta kita semua, tidak terkecuali untuk menghayati dan menyerap hakekat perjuangan pahlawan, selanjutnya bersumpah di depan makam mereka secara bersungguh-sungguh, dengan pernyataan : “Kami Segenap kader Hanura, tak kan khianat, hidup dan mati untuk rakyat”.

          Berbekal sumpah itu, saya yakin saudara-saudara para kader Hanura, akan dituntun oleh Yang Mahakuasa menuju jalan yang benar, menjadi contoh pemimpin masa depan yang disegani, dan akan membawa bangsa ini berjaya kembali. Buktikan bahwa sebagai kader hati nurani saudara-saudara melaksanakan lima prinsip perjuangan Partai yaitu: Ketaqwaan, Kebersamaan, Kemandirian, Kerakyatan dan Kesederhanaan, dimanapun saudara-saudara bertugas dan berada. Selamat berjuang. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa selalu memberkati kita, Amin.

Jakarta, 21 Desember 2012.
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto.

* Disampaikan pada Acara Peringatan HUT Hanura ke-6

RUU Kamnas, Wiranto: Jangan dibuat bertabrakan dengan demokrasi

Sebenarnya RUU Kamnas itu memang perlu. Negara tanpa undang-undang keamanan nasional itu sama saja kita membiarkan negeri kita telanjang tanpa suatu upaya-upaya untuk menggamankan situasi negri ini. Kita sadar bahwa keamanan merupakan persyarataan untuk kita bisa membangun. Sebab tidak mungkin kita membangun tanpa keadaan yang aman. Tidak mungkin kita membangun negara dalam keadaan yang tidak kondusif.

Maka sudah sepatutnya kita masuk ke wilayah yang aman itu. Disinilah letak kebutuhan akan undang-undang itu. Hanya saja undang-undang itu jangan hanya kemudian memberangus demokrasi yang sedang berjalan. Jangan sampai undang-undang itu kita buat bertabrakan dengan demokrasi yang sedang kita bangun. Hanura, melalui wakil kami yang duduk di kursi DPR, hanya mencermati beberapa pasal-pasal dari undang-undang Kamnas yang kami anggap harus ada suatu modifikasi sehingga tidak bertabrakan dengan proses demokrasi yang sedang kita bangun.